HARI KESAKTIAN PANCASILA DIPERINGATI USAI LEBARAN Cetak
Oleh : Bidlahta BPDE Prop. Jatim   
Selasa, 23 September 2008
Sumber : Dinas Infokom Jatim
Pemerintah Propinsi Jatim dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila tahun 2008, akan dilaksanakan setelah hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1429 H yakni Rabu (8/10) mendatang, di Halaman Gedung Grahadi Surabaya.


Hal itu dikatakan Asisten Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Propinsi Jatim Ir Mardjuki Subagjo Dpl HE saat Rapat Persiapan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2008 di Kantor Gubernur Jl Pahlawan Surabaya, Selasa (23/9).
Menurut Mardjuki,pelaksanaan usai lebaran itu, karena sesuai petunjuk dari pemerintah pusat, yang semestinya petunjuk pedoman itu pelaksanaannya Rabu (1/10). Namun berbagai pertimbangan, dan kesepakatan rapat, yakni peringatan Hari Kesaktian Pancasila lebih semangat, dan dapat memaknai arti gaungnya peringatan tersebut dan tetap bersatu padu. Maka peringatan ini, tidak diperingati bersamaan dengan Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1429 H.
Tema peringatan tahun ini, yakni Dengan Memaknai dan Melaksanakan Pancasila Kita Wujudkan Semangat Indonesia Bisa. Dengan tema itu, peringatan tersebut tidak akan mengurangi arti semangat dan tekad, karena bangsa ini perlu meningkatkan semangat dan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. “Untuk itu komitmen tersebut perlu kita wujudkan,“ tuturnya.
Direncanakan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, yakni Penjabat Gubernur Jatim Setia Purwaka. Peserta upacara antara lain, satu kompi Korsik dari Pemprop Jatim, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Kepolisian serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Propinsi Jatim, Korpri, PMR, Pramuka, Perlindungan Masyarakat (Limas), mahasiswa, dan pelajar (SMU).
Maksud peringatan ini, untuk mengingatkan kembali tentang nilai sejarah yang sering kita lupa dan takut untuk menyebut Pancasila. "Oleh karena itu untuk mengingatkan kembali ideologi Pancasila sebagai ideologi negara harus kita tumbuhkembangkan kembali. Sekarang mana ada orang menyebutkan Pancasila," tegasnya.
Ideologi Pancasila, benar-benar sudah teruji dan ini sudah final, sehingga tidak perlu diberdebatkan lagi. Sedangkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Hari Kesaktian Pancasila perlu diambil hikmahnya. "Ada peristiwa, ada sebuah fakta yang harus diingat kembali," ujarnya.
"Adanya pengkhianatan G-30S silam tidak perlu terulang. Mengapa harus mengulang, karena tidak ada untungnya dan akan mengakibatkan terpuruknya bangsa kita. Oleh karena itu kita berharap, mari kita bersatu padu untuk membangun bangsa ini, agar bangsa tidak ketinggalan dari bangsa-bangsa lain, terutama dalam pembangunan. Apabila bangsa lain sudah memikirkan abad teknologi yang kompetitif, sementara kita masih berada pada persoalan-persoalan yang belum selesai," tambahnya.
Dicontohkannya, seperti penataran P4 merupakan program lama yang terlupakan, namun isi makna yang terkandung di dalamnya masih dapat dimanfaatkan, meskipun ada yang baik dan yang kurang. "Oleh karena itu apa salahnya isi makna P4 tersebut untuk direkrut kembali. Yang baik kita pakai dan yang kurang kita perbaiki, sehingga nilai-nilai tersebut dapat merasuk kedada adik-adik pelajar, generasi muda sebagai generasi penerus bangsa," imbuhnya. *(son)