Diumumkan kepada masyarakat pengguna internet, bahwa: Akhir-akhir ini ada sekitar 60 akun facebook yang menggunakan nama Pakde Karwo, Sukarwo Pakde, Sukarwo Gubernur. Sesungguhnya Bpk. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. tidak pernah membuat akun facebook dengan nama apapun. Oleh karena itu, isi dari akun facebook dimaksud diluar sepengetahuan dan ijin beliau - Biro humas & Protokol - Dinas Kominfo Jawa Timur

AMANKAN PILKADA, POLRES MAGETAN TERJUNKAN 1.190 PERSONEL

Tanggal: 23-04-2013
desk pilkada di kabupaten Magetan, senin (22/4/13)

desk pilkada di kabupaten Magetan, senin (22/4/13)

Guna menciptakan kondisi aman selama pesta demokrasi berlangsung pada Rabu (24/4) lusa, Polres Magetan menerjunkan 1.190 personel. Pe

rsonel pengamanan tersebut selain mendapat bantuan dari Polda Jatim, juga diterjunkan dari polres sekitar Magetan seperti Madiun dan Ngawi.

AKBP Agus Santosa SIK Kapolres Magetan, saat pemaparan deskpilkada mengatakan, secara umum kondisi keamanan di Magetan jelang pemilukada kondusif. Tetapi memasuki hari tenang ini, ada dinamika melibatkan beberapa perguruan silat untuk menggalang massa. “Ini yang kita antisipasi, jangan sampai ada bentrok antar perguruan silat akibat beda dukungan politik,” kata Agus.

Untuk mendukung pengamanan ini, Polres Magetan menggelar operasi dengan sandi Mantap Praja Mageti 2013, operasi ini selain diperkuat oleh personel kepolisian juga di back up oleh anggota Kodim, Paskhas Lanud Iswahjudi,  Linmas, dan POM AU.

Sementara itu ditempat yang sama Panwaslu Magetan,  Joko Siswanto mengatakan, selama proses pengawasan hingga memasuki hari tenang ini menemui beberapa pelanggaran yang dilakukan tim sukses masing-masing calon. Namun pelanggaran yang ditemui, kata Joko kebanyakan berkaitan pelanggaran administrasi, contohnya memasang alat kampanye di protokol, dipaku pohon. Ditali di tiang listrik, dipasang  dekat pendidikan dan kantor pemerintahan. “Ada juga laporan baner pasangan calon  yang dirusak, tetapi panwascam tidak bisa menemukan pengrusakan. Sehingga tidak bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Selain menemui pelanggaran administratif, Panwaslu juga merekomendasikan untuk mencopot 3 oknum anggota KPPS, karena ditemui telah menjadi juru kampanye salah satu kandidat.

Seperti diketahui, tiga kandidat  pasangan calon dipastikan akan bertarung untuk memperebutkan posisi kursi Bupati dan Wakil Bupati. Ketiga pasangan tersebut adalah, pasangan incumbent  Sumantri dan Samsi (SMS) yang diusung koalisi PDIP dan PKS, pasangan Joko Prabowo dan Joko Hartoto yang diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Patriot. Serta pasangan Nanik Karsini dan Pramono (Naspro) dari jalur perseorangan. (fad)