Diumumkan kepada masyarakat pengguna internet, bahwa: Akhir-akhir ini ada sekitar 60 akun facebook yang menggunakan nama Pakde Karwo, Sukarwo Pakde, Sukarwo Gubernur. Sesungguhnya Bpk. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. tidak pernah membuat akun facebook dengan nama apapun. Oleh karena itu, isi dari akun facebook dimaksud diluar sepengetahuan dan ijin beliau - Biro humas & Protokol - Dinas Kominfo Jawa Timur

GUBERNUR : JATIM SIAP BERTEMU DENGAN MASYARAKAT INTERNATIONAL DI ASEAN GAMES

Tanggal: 3-10-2012

Gubernur Jawa Timur, Dr Soekarwo, saat melakukan presentasi di depan Dewan Olimpiade Asia/ Olympic Council of Asia (OCA), menyatakan bahwa masyarakat Jawa Timur sangat siap bertemu dengan masyarakat internasional dalam ajang Asean Games. Tak hanya itu, kota-kota di Jatim menerapkan aspek penghijauan, karena itulah 1/3 dari penghargaan penghijauan di Indonesia ada di Jatim.

“Ini adalah satu propinsi hijau yang sangat baik. Dan Surabaya, Gresik, Sidoarjo, merupakan kota industri yang berkembang pesat dan hijau. Semua NGO (non-governmental organization) di sini bekerjasama dengan pemerintah dalam memelihara penghijauan, mata air, dan lingkungan. Karenanya, Asean Games akan menjadi bagian dari rasa yang lebih terbuka terhadap saudara-saudara kami di Asia,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut dia mengatakan, provinsi ini mengikuti demokrasi secara langsung, pluralisme yang dipelihara dengan baik, dan dinamis. Hubungan seperti ini adalah hubungan positif terhadap demokrasi.

Jawa Timur adalah provinsi yang pertumbuhan ekonominya tertinggi di Indonesia. Pada semester I tercatat mencapai 7.23%. Selain itu, disparitas ekonomi mengecil, penerimaan masyarakat mampu dan menengah mencapai 20 persen, dan penerimaan masyarakat bawah naik 40 persen. Pengangguran tercatat hanya 4.14 persen. Ini merupakan angka pengangguran paling rendah. “Mengapa? Karena kita telah bergerak dengan bagus. Demokrasi melahirkan kesejahteraan. Padahal biasanya tidak harus berkorelasi seperti itu, tetapi  di Jatim  inilah yang terjadi,” ujarnya.

Propinsi ini juga berkontrobusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebanyak 14, 80. Jatim optimis pertumbuhan ekonomi terus bergerak, tahun 2013-2014 diharapkan mampu naik hingga 8%. Dengan begitu Jatim akan menjadi propinsi penyumbang PDB tertinggi di Indonesia.

“Insyaallah pada Asean Games jadi dilaksanakan di Surabaya,  pendapatan perkapita kita bisa mencapai 8000-9000 dollar AS. Berarti venue-venue akan penuh dengan penonton. Karena ramai, maka ini akan menjadi kegiatan entertaint  masyarakat,” tuturnya.

Pendapatan per kapita Jatim saat ini 3000 dollar AS, atau naik 67 persen dari pendapatan tahun 2008. “Kurun waktu yang cepat sekali, hanya 3-4 tahun sudah naik 67 persen,” katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden OCA Letnan Jenderal Syed Arif Hasan, mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada pemerintah Indonesia khususnya Provinsi Jawa Timur yang telah menyambut delegasi OCA untuk melakukan tugasnya dalam pemantauan dan penilaian calon tuan rumah digelarnya Asean Games 2019. Dia berharap Jawa Timur memantapkan kesiapannya sehingga mendapatkan hasil voting yang bagus.

Pihaknya akan melihat keseriusan dan komitmen pemerintah. Tim peninjau OCA juga akan mengevaluasi berbagai aspek lainnya, seperti perencanaan, kesiapan arena, fasilitas penunjang, akses transportasi hingga anggaran untuk melangsungkan Asian Games XVIII yang akan dihelat tahun 2019 mendatang.

“Nantinya setelah peninjauan semua calon tuan rumah ini, kami akan membuat laporan yang akan dibawa pada rapat umum (general assembly) anggota OCA, dan para calon tuan rumah, lewat perwakilanya dari pemerintah, parlemen, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan sebagainya akan melakukan presentasi langsung pada rapat 8 November mendatang di Macau, Hongkong guna meyakinkan 45 negara anggota OCA. Baru kemudian dilakukan pemilihan berdasarkan voting,” kata Hasan.

Kunjungan Wakil Presiden OCA Letnan Jenderal Syed Arif Hasan dan dua perwakilan OCA, yakni Direktur Hubungan Internasional & NOC OCA, Vinod Kumar Tiwari dan anggota Komite Atlet Mohamad Tayyab ini didampingi Ketua KOI, Rita Subowo.

Rencananya, usai melakukan peninjuan ke Surabaya, tiga Dewan OCA ini akan bertolak ke Hanoi, Vietnam dan Dubai/Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yang juga menjadi calon tuan rumah untuk melakukan hal yang sama.

Sebelumnya pada rapat umum OCA di Singapura, Juli 2009 lalu, OCA telah memastikan Incheon, Korea Selatan, akan menjadi kota penyelenggaraan Asian Games 2014, yang juga sekaligus menjadi penyelenggaran terakhir di tahun genap sebelum akhirnya akan pindah ke tahun ganjil di 2019 nanti. Tujuannya agar Asian Games bisa menjadi persiapan menuju Olimpiade yang digelar setahun setelah Asian Games.(sti,her)