Diumumkan kepada masyarakat pengguna internet, bahwa: Akhir-akhir ini ada sekitar 60 akun facebook yang menggunakan nama Pakde Karwo, Sukarwo Pakde, Sukarwo Gubernur. Sesungguhnya Bpk. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. tidak pernah membuat akun facebook dengan nama apapun. Oleh karena itu, isi dari akun facebook dimaksud diluar sepengetahuan dan ijin beliau - Biro humas & Protokol - Dinas Kominfo Jawa Timur

JATIM SIAP JADI GUDANG TERNAK NASIONAL

Tanggal: 31-08-2012

Provinsi Jawa Timur selama ini memiliki populasi sapi potong yang merupakan 32 persen dari populasi nasional, sapi perah 49 persen, diikuti oleh produksi yang dihasilkan berupa daging, telur dan susu. Menyikapi tuntutan kebutuhan konsumsi masyarakat yang terus bertambah, Kepala Dinas Peternakan Jatim, Ir Maskur MM bertekad untuk menjadikan Jatim sebagai gudang ternak dan sentra produksi peternakan nasional.

“Untuk dapat menjadi gudang ternak dan sentra produksi peternakan, Jatim perlu menjaga kualitas ternak dan stabilitas harga produk,” kata Maskur saat dikonfirmasi, Jumat (31/8).

Salah satu upayanya, yakni terus mengupayakan ternak Jatim bebas dari penyakit hewan menular, misalnya bekerjasama dengan aparat kepolisian di pintu perbatasan untuk awasi distribusi ternak.

Ia pun mengajak perusahaan yang bergerak di bidang peternakan seperti Charoen Pokpand, Japfa Comfeed, Samator, asosiasi dan penyedia barang untuk turut meningkatkan kualitas dan kuantitas ternaknya. Maskur pun sempat menyampaikan permintaan maafnya kepada para pelaku usaha bila permintaan rekomendasi tertentu masih belum disetujui. “Hal ini hanya semata-mata untuk menjaga Jatim sebagai gudang ternak,” tuturnya.

Maskur pun juga mengaku puas dengan kinerja perangkat langsung berhubungan dengan peternak. Hal ini terbukti dengan diraihnya prestasi lomba kelompok tani ternak dan lomba petugas peternakan nasional. Itik Mojosari dan Domba Ekor Gemuk juga telah didaftarkan menjadi rumpun asli Jawa Timur untuk mencegah klaim dari negara lain.

Sedangkan upaya untuk meningkatkan populasi sapi dalam upaya mencapai swasembada daging sapi pada 2014, Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan juga mengalokasikan anggaran Rp12 miliar. Dana dari APBD Jatim 2012 itu digunakan untuk menaikkan birahi sapi agar mau kawin.

Program meningkatkan birahi pada sapi itu merupakan gerakan untuk menghasilkan anak sapi (pedet) baru. Hal itu menjadi upaya Pemprov Jatim agar sapi yang diternak oleh peternak di Jatim secepatnya mau kawin, sehingga produktivitas sapi di Jatim kian meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan akan daging sapi di Jatim, pihaknya juga terus berupaya membentuk kelompok peternak sapi potong. Sehingga, diharapkannya dengan adanya kelompok peternak itu, bantuan anggaran untuk meningkatkan birahi sapi agar mau kawin tersebut juga bisa lebih efektif dan jumlah daging sapinya juga dapat melimbah.

Pemprov Jatim, menurut dia, juga melakukan inseminasi buatan agar produksi sapi meningkat. Diharapkan, katanya, setiap tahun ada penambahan anak sapi baru di kota/kabupaten di Jatim. Dengan begitu Jatim akan menjadi wilayah di Indonesia yang bisa memenuhi swasembada daging sapi.

Selama ini, Jawa Timur terkenal merupakan provinsi dengan populasi ternak sapi potong dan sapi perah terbanyak di Indonesia yaitu sapi potong sejumlah 4.742.206 ekor dan sapi perah 297.033 ekor. (afr)