Diumumkan kepada masyarakat pengguna internet, bahwa: Akhir-akhir ini ada sekitar 60 akun facebook yang menggunakan nama Pakde Karwo, Sukarwo Pakde, Sukarwo Gubernur. Sesungguhnya Bpk. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. tidak pernah membuat akun facebook dengan nama apapun. Oleh karena itu, isi dari akun facebook dimaksud diluar sepengetahuan dan ijin beliau - Biro humas & Protokol - Dinas Kominfo Jawa Timur

JATIM SIAP PASOK SAPI UNTUK JABAR, BANTEN, DAN DKI JAKARTA

Tanggal: 23-04-2013

Tahun in,i Jawa Timur telah mencapai swasembada daging sapi sengan produksi sapi per tahun sebanyak 4,9 juta ekor sapi. Untuk kebutuhan konsumsi masyarakat lokal, Jatim hanya perlu 450 ribu ekor per tahun. Dengan masih banyaknya stok sapi yang dimiliki, kini Jatim siap memasok kebutuhan sapi untuk daerah lain, seperti Provinsi Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

“Tahun ini Jatim siap menyalurkan 288.243 ekor sapi potong untuk didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jabar, Banten, dan DKI,” kata Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Ir Maskur saat dikonfirmasi, Senin (22/4).

Guna meningkatkan populasi ternak sapi potong di Jatim, pihaknya siap melakukan inseminasi buatan dengan pola pengawinan sperma tunggal dengan 10.000 ekor sapi. Itu dilakukan guna menyuplai kebutuhan nasional dan diharapkan berkontribusi merealisasikan swasembada sapi potong pada 2014. “Kami siap memasok kebutuhan Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan provinsi lainnya. Kontribusi suplai sapi potong Jatim sekitar 14,5% dari kebutuhan nasional,” imbuhnya.

Kini, wilayah yang memiliki populasi sapi tertinggi di Jatim adalah Kabupaten Sumenep, dengan jumlah populasi 402.532 ekor. Selanjutnya Kabupaten tuban sebanyak 351.769 ekor, Kabupaten Sampang 221.441 ekor, dan Kabupaten Bangkalan 218.841 ekor.

Ia pun berharap populasi ternak sapi potong terus meningkat terutama di sejumlah sentra produksi seperti Tuban, Lamongan, Gresik, Banyuwangi, Bangkalan, dan Sampang. Kesiapan pasokan sapi potong lokal memang cukup strategis menjawab kegelisahan terkait pemangkasan kuota impor daging menjadi 80.000 ton tahun ini. Dari informasi yang ada,

Kementerian Pertanian saat ini juga optimistis swasembada daging bisa terealisasi pada 2014, dengan kemungkinan masih impor daging di bawah 10% dari kebutuhan nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan populasi sapi potong dan kerbau di Indonesia sangat memungkinkan untuk mewujudkan swasembada daging pada 2014. Kalau pun ada, kata dia, kebijakan impor daging pada 2014, diyakini jumlahnya di bawah 10% dari kebutuhan daging secara nasional. Artinya, sebuah negara yang melakukan impor komoditas tertentu di bawah 10% dari kebutuhan nasional sudah bisa dikatakan berswasembada atas komoditas tersebut. (afr)