Diumumkan kepada masyarakat pengguna internet, bahwa: Akhir-akhir ini ada sekitar 60 akun facebook yang menggunakan nama Pakde Karwo, Sukarwo Pakde, Sukarwo Gubernur. Sesungguhnya Bpk. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. tidak pernah membuat akun facebook dengan nama apapun. Oleh karena itu, isi dari akun facebook dimaksud diluar sepengetahuan dan ijin beliau - Biro humas & Protokol - Dinas Kominfo Jawa Timur

RAMADAN, BULOG TETAP OPTIMALKAN PENGADAAN BERAS PETANI

Tanggal: 10-07-2013

Upaya Perum Bulog mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani gerus dilakukan. Tak terkecuali saat bulan Ramadan kali ini, di mana Bulog Divre Jatim masih mampu membeli beras petani mencapai 3.500 ton per hari.

“Kami meniadakan libur dan terus membeli beras petani walau saat bulan puasa. Saat ini total pengadaan kami mencapai 726 ribu ton atau 67 persen dari total prognosa 2013 sebesar 1,1 juta ton,” kata Kepala Divre Bulog Jatim, Rusdianto saat ditemui, Rabu (10/7).

Menurut dia, dari laporan Dinas Pertanian Jatim, di bulan Juli dan Agustus sebagian wilayah Jatim memasuki musim panen raya kedua setelah April-Mei kemarin juga panen. Untuk ketersediaan stok beras, saat ini di gudang Bulog Jatim masih tersimpan beras sebanyak 600 ribu ton.

Dari hasil rekap data Bulog Divre Jatim, serapan beras petani tertinggi dalam 10 hari pertama panen raya April-Mei lalu mampu mencapai 12 ribu ton per hari. Dalam menyerap beras petani, hingga kini pihaknya masih menggunakan acuan HPP dari Inpres No 3/2012 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah atau Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah.

Untuk harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa/kotoran maksimum 10 persen adalah Rp 3.300 per kilogram di petani atau Rp 3.350 per kilogram di penggilingan.

Sedanghkan harga pembelian Gabah Kering Giling (GKG) dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen dan kadar hampa/kotoran maksimum 3 persen adalah Rp 4.150 per kilogram di penggilingan atau Rp 4.200 per kilogram di gudang Bulog.

Untuk HPP beras dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen, butir patah maksimum 2 persen, dan derajat sosoh minimum 95 persen adalah Rp 6.600 per kilogram di gudang Bulog.

Mengenai sumbangan terbesar pengadaan beras di Jatim, jelas dia, Bojonegoro menyumbang kontribusi sangat besar antara 20-30 persen terhadap total pengadaan di provinsi ini. “Selain itu, pengadaan beras yang memberikan kontribusi berikutnya adalah Bondowoso dan Jember. Kemudian, Surabaya Selatan yang meliputi wilayah Jombang dan Mojokerto,” katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, setelah menghadapi kondisi sama seperti saat ini, target yang telah ditetapkan sebesar 1,1 juta ton bisa terpenuhi sebesar 99,9 persen atau mencapai 1.097.493 ton. Diyakininya hal itu dapat kembali terulang tahun ini, kendati harga yang dipatok oleh Bulog sesuai HPP (harga pembelian pemerintah) lebih rendah dari harga di pasaran.

Menurut dia, faktor cuaca buruk bukan menjadi faktor penghambat untuk menyerap gabah petani yang pada 2013 diproyeksikan sebesar 1,1 juta ton. Bahkan, tambah dia, guna mengantisipasi pengaruh cuaca buruk terhadap penyerapan gabah petani pihaknya akan bekerja sama dengan unit pengeringan gabah.

Bulog juga tetap menerapkan empat startegi melalui program yang terencana. Empat strategi itu, yakni optimalisasi pengadaan Subdivre, kemitraan dengan gapoktan, pengadaan melalui UPGB (Unit Pengolahan Gabah Beras), serta pengadaan gabah komersial. Selain itu, untuk mempertahankan pengadaan beras dalam negeri yang optimal, Bulog juga terus berupaya meningkatkan strategi seperti dorong tarik, jaringan semut, insentif dan on farm. (afr)